Tangan Sering Berkeringat? Waspada, Ini Bukan Sekadar Mitos Tapi Bisa Jadi Sinyal Pompa Jantung Melemah

dr. Sarah Amelia | SuaraInfo
03 Jul 2026, 17:28 WIB
Tangan Sering Berkeringat? Waspada, Ini Bukan Sekadar Mitos Tapi Bisa Jadi Sinyal Pompa Jantung Melemah

SuaraInfo — Fenomena telapak tangan yang sering basah oleh keringat sering kali menjadi bahan perbincangan di tengah masyarakat Indonesia. Selama puluhan tahun, kondisi ini kerap dianggap sebagai mitos belaka atau sekadar tanda kegugupan. Namun, temuan medis terbaru mengungkapkan sebuah realita yang lebih mendalam. Ternyata, keringat berlebih pada tangan bukan hanya soal estetika atau rasa tidak nyaman saat bersalaman, melainkan bisa menjadi sinyal peringatan dini bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan kesehatan jantung Anda.

Dalam sebuah kesempatan informatif, Dr. dr. Ismail Dilawar, SpBTKV Subsp JD(K) MARS, seorang spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular dari Brawijaya Hospital Taman Mini, memberikan penjelasan komprehensif mengenai keterkaitan ini. Beliau menegaskan bahwa dalam konteks klinis tertentu, tangan yang berkeringat memang dapat menjadi indikator adanya gangguan pada fungsi pompa jantung seseorang. Hal ini mengubah perspektif yang selama ini dianggap sekadar ‘kata orang tua’ menjadi sebuah kewaspadaan medis yang patut diperhitungkan.

Mekanisme di Balik Keringat Dingin dan Lemahnya Jantung

Mengapa jantung yang bermasalah bisa menyebabkan tangan berkeringat? Menurut dr. Ismail, kuncinya terletak pada efisiensi aliran darah di dalam tubuh. Ketika kondisi masalah jantung terjadi, terutama saat kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh mulai menurun, sistem sirkulasi menjadi tidak lancar. Tubuh manusia adalah mesin biologis yang sangat cerdas; ketika satu fungsi utama melemah, ia akan melakukan mekanisme adaptasi.

Baca Juga Inovasi Digital Badan Gizi Nasional: Membedah Aplikasi Reviu Menu MBG dalam Menjamin Keamanan Pangan Generasi Bangsa
Inovasi Digital Badan Gizi Nasional: Membedah Aplikasi Reviu Menu MBG dalam Menjamin Keamanan Pangan Generasi Bangsa

“Bukannya sepenuhnya mitos, tangan yang berkeringat memang bisa disebabkan karena kelainan jantung. Biasanya ini terjadi karena aliran tubuh yang sudah tidak lancar lagi akibat jantung yang melemah pompanya,” ungkap dr. Ismail dalam keterangannya kepada tim redaksi. Saat pompa jantung melemah, tubuh akan bereaksi dengan mengaktifkan sistem saraf simpatik secara berlebihan, yang salah satu manifestasinya adalah produksi keringat berlebih di area telapak tangan dan kaki.

Bukan Gejala Tunggal: Mengenali Rangkaian Alarm Tubuh

Meskipun memiliki keterkaitan, masyarakat diimbau untuk tidak langsung panik saat tangan terasa lembap. Dr. Ismail mengingatkan bahwa tangan berkeringat jarang sekali muncul sebagai satu-satunya gejala. Biasanya, penurunan fungsi jantung akan dibarengi dengan serangkaian ‘alarm’ lain yang dirasakan oleh pasien secara sistemik. Mengabaikan rangkaian gejala ini bisa berakibat fatal pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner, memiliki karakteristik yang cukup spesifik. Selain telapak tangan yang basah, penderita biasanya akan merasakan tubuh yang mudah lelah meskipun tidak melakukan aktivitas fisik yang berat. Rasa lemas ini muncul karena oksigen yang dibawa oleh darah tidak terdistribusi dengan maksimal ke otot dan jaringan tubuh lainnya.

Baca Juga Waspada! 5 Jenis Makanan Ini Menjadi Favorit Sel Kanker, Sering Jadi Menu Harian Masyarakat Indonesia
Waspada! 5 Jenis Makanan Ini Menjadi Favorit Sel Kanker, Sering Jadi Menu Harian Masyarakat Indonesia

Gejala Lain yang Perlu Diwaspadai: Dari Gangguan Tidur Hingga Nyeri Dada

Lebih lanjut, dr. Ismail memaparkan bahwa tanda-tanda gangguan jantung bisa merembet ke fungsi organ lainnya. Pasien sering kali mengeluhkan gangguan tidur atau insomnia yang tidak biasa, serta gangguan pencernaan yang sering salah didiagnosis sebagai masalah lambung biasa. Namun, dari sekian banyak gejala, ada satu tanda utama yang harus menjadi perhatian serius bagi siapa pun.

“Terutama yang sering dikaitkan dengan penyakit jantung koroner, tanda utamanya adalah nyeri dada,” jelas dr. Ismail. Nyeri dada ini biasanya terasa seperti ditekan benda berat atau diremas, yang sering kali menjalar ke lengan kiri, leher, hingga rahang. Jika tangan berkeringat Anda disertai dengan rasa tidak nyaman di area dada, maka langkah pemeriksaan medis harus segera diambil tanpa menunda waktu.

Pentingnya Skrining Jantung Secara Komprehensif

Dunia medis menekankan bahwa deteksi dini adalah kunci keselamatan bagi pasien jantung. Mengingat banyak penyakit lain yang juga bisa memicu gejala tangan berkeringat—seperti hipertiroidisme atau kondisi hiperhidrosis primer—maka pemeriksaan lanjutan menjadi wajib hukumnya. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk membedakan apakah keringat tersebut berasal dari kelenjar keringat yang terlalu aktif atau merupakan dampak dari kegagalan sirkulasi.

Baca Juga Bukan Sekadar Pangan Lokal: Menjelajahi Kedahsyatan Nutrisi 4 Varian Ubi Jalar untuk Kesehatan
Bukan Sekadar Pangan Lokal: Menjelajahi Kedahsyatan Nutrisi 4 Varian Ubi Jalar untuk Kesehatan

Bagi Anda yang sering mengalami tangan berkeringat, disarankan untuk mulai memperhatikan ritme tubuh. Apakah keringat tersebut muncul disertai rasa berdebar? Apakah Anda merasa cepat terengah-engah saat menaiki tangga? Atau apakah Anda sering terbangun di malam hari karena merasa sesak? Jika jawabannya adalah ‘ya’, maka melakukan skrining jantung yang komprehensif adalah langkah yang sangat bijak sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Menjaga Kesehatan Jantung untuk Masa Depan

Selain waspada terhadap gejala, menjaga gaya hidup sehat tetap menjadi benteng pertahanan utama. Jantung adalah otot yang membutuhkan perawatan konsisten. Menghindari kebiasaan buruk yang diam-diam merusak jantung, seperti merokok, konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, dan kurangnya aktivitas fisik, adalah langkah preventif yang tidak bisa ditawar.

Dr. Ismail menutup penjelasannya dengan menekankan pentingnya berkonsultasi dengan ahli medis profesional. Jangan melakukan diagnosa mandiri yang hanya akan menambah kecemasan. Dengan bantuan teknologi medis saat ini, dokter dapat melihat secara akurat bagaimana performa pompa jantung Anda dan menentukan apakah keringat di tangan Anda adalah tanda bahaya atau sekadar kondisi fisiologis biasa.

Baca Juga Jabodetabek Membara: Menilik Fenomena Suhu Ekstrem dan Panduan Kemenkes Menghadapi Ancaman Heatstroke
Jabodetabek Membara: Menilik Fenomena Suhu Ekstrem dan Panduan Kemenkes Menghadapi Ancaman Heatstroke

Kesimpulannya, meskipun tidak semua tangan berkeringat berarti penyakit jantung, gejala ini tetap tidak boleh dipandang sebelah mata. Tubuh kita memiliki cara unik untuk berkomunikasi, dan tugas kita adalah untuk lebih peka mendengarkan pesan-pesan tersebut demi kesehatan jangka panjang.

dr. Sarah Amelia

dr. Sarah Amelia

Praktisi kesehatan yang aktif mengedukasi gaya hidup sehat. Menyediakan informasi medis yang mudah dipahami dan akurat hanya di Suara Sehat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *