Tragedi di Balik Deburan Ombak Pantai Lakey: Liburan Idul Adha Berujung Duka bagi Wisatawan Domestik
SuaraInfo — Suasana khidmat perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H yang seharusnya penuh dengan rasa syukur dan kebersamaan, seketika berubah menjadi awan kelabu di pesisir Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Sebuah insiden memilukan melanda kawasan wisata Pantai Lakey, Kecamatan Hu’u, pada Rabu sore (27/5/2026), ketika dua orang wisatawan domestik tergulung oleh ganasnya ombak samudera. Peristiwa yang terjadi saat matahari mulai condong ke barat ini meninggalkan duka mendalam, dengan satu korban masih dinyatakan hilang dalam dekapan arus bawah laut.
Kronologi Kejadian: Petaka di Tengah Surutnya Air Laut
Kejadian naas ini bermula ketika dua pemuda asal Jawa Barat yang sedang berada di Dompu untuk urusan pekerjaan, memutuskan untuk mengisi waktu libur Idul Adha dengan menikmati keindahan pantai yang tersohor hingga mancanegara tersebut. Pantai Lakey memang dikenal memiliki karakteristik ombak yang unik, namun di balik keindahannya tersimpan risiko yang sering kali tidak disadari oleh para pengunjung.
Sekitar pukul 16.00 WITA, kedua korban terlihat sedang asyik mandi di area yang dikenal dengan sebutan spot pemandian Rock Poll, tepat berada di depan Ali’s Bar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat itu kondisi air laut sebenarnya sedang dalam fase surut. Namun, alam sulit diprediksi. Secara tiba-tiba, sebuah gelombang besar datang menghantam dan menyeret keduanya ke arah tengah laut yang lebih dalam.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu, Wan Muhtajud, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Menurutnya, terjangan gelombang yang datang secara mendadak membuat kedua korban tidak sempat menyelamatkan diri ke tepian. “Korban beserta temannya mandi di pantai pada saat air surut, tiba-tiba gelombang besar datang dan membawa dua orang korban yang lagi mandi menjauh dari pantai,” jelas Wan Muhtajud saat memberikan keterangan resmi.
Aksi Penyelamatan Heroik oleh Wisatawan Asing
Di tengah situasi mencekam tersebut, sebuah aksi heroik sempat terekam. Seorang wisatawan asing yang tengah bermain jet ski (sky) di sekitar lokasi kejadian melihat kedua korban berjuang melawan arus. Tanpa ragu, turis tersebut memacu kendaraannya untuk memberikan pertolongan. Berkat kesigapannya, satu dari dua korban berhasil diraih dan dievakuasi ke daratan dalam kondisi selamat, meskipun mengalami syok berat.
Sayangnya, keberuntungan tidak berpihak pada satu korban lainnya. Tubuh korban kedua, yang kemudian diidentifikasi bernama Rian (23), tidak sempat terjangkau oleh tim penyelamat amatir tersebut. Rian dilaporkan menghilang setelah tergulung ombak kedua yang lebih besar, dan hingga berita ini diturunkan, keberadaannya masih menjadi misteri di tengah luasnya perairan Nusa Tenggara Barat.
Profil Korban: Perantau yang Sedang Mengabdi di Bumi Dompu
Kedua pemuda ini bukanlah turis biasa yang datang sekadar untuk bersenang-senang. Mereka adalah pekerja profesional asal Jawa Barat yang tengah merantau ke Kabupaten Dompu. Keberadaan mereka di sana dalam rangka mengerjakan sebuah proyek penting, yakni pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih. Sebuah proyek yang diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal di Kabupaten Dompu.
Setelah menunaikan ibadah Salat Idul Adha di pagi hari, mereka berniat mencari hiburan sejenak sebelum kembali ke rutinitas pekerjaan. Tidak ada yang menyangka bahwa keputusan untuk mengunjungi Pantai Lakey sore itu akan berakhir tragis. Rian, pemuda berusia 23 tahun tersebut, kini menjadi fokus utama dalam pencarian tim penyelamat gabungan.
Upaya Pencarian Intensif oleh Tim SAR Gabungan
Sejak laporan kehilangan diterima, warga sekitar dan pihak kepolisian setempat sempat melakukan upaya pencarian mandiri di sepanjang garis pantai. Namun, keterbatasan alat dan kondisi cahaya yang mulai meredup pada Rabu malam membuat pencarian tidak membuahkan hasil maksimal. Medan di sekitar Rock Poll yang dipenuhi karang juga menjadi tantangan tersendiri bagi para relawan.
Memasuki hari kedua, Kamis (28/5/2026), skala pencarian ditingkatkan. Tim Pos SAR Bima telah tiba di lokasi kejadian sejak pagi buta untuk mengoordinasikan operasi penyelamatan yang lebih terstruktur. Operasi ini melibatkan personil dari BPBD Dompu, TNI, Polri, serta bantuan dari komunitas peselancar lokal yang lebih memahami arus bawah laut di kawasan tersebut.
“Pagi ini Tim Pos SAR Bima sudah berada di lokasi kejadian. Mereka akan melakukan pencarian bersama petugas lainnya dengan menyisir area permukaan laut serta pemantauan dari udara jika memungkinkan,” tambah Wan Muhtajud. Fokus pencarian kini diperluas mengikuti arah arus laut yang diprediksi membawa korban ke arah timur atau barat tergantung pola pasang surut hari ini.
Bahaya Tersembunyi di Spot Rock Poll Pantai Lakey
Perlu diketahui bahwa Pantai Lakey adalah salah satu destinasi selancar terbaik di dunia. Karakteristik gelombangnya yang berbentuk kidal (left-handers) menjadikannya surga bagi para profesional. Namun, bagi wisatawan yang berniat sekadar berenang, area ini menyimpan risiko tinggi, terutama di titik-titik tertentu seperti Rock Poll.
Fenomena ‘Rip Current’ atau arus pecah sering kali terjadi di kawasan pantai dengan struktur dasar laut yang tidak rata. Arus ini sangat kuat dan mampu menyeret objek apa pun dari bibir pantai ke tengah laut dalam waktu yang sangat singkat. Inilah yang diduga menjadi penyebab utama hilangnya Rian. Para ahli keselamatan pantai selalu mengingatkan bahwa air yang terlihat tenang di antara dua pecah ombak justru sering kali merupakan jalur arus balik yang mematikan.
Pentingnya Kesadaran Keselamatan Wisata Bahari
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para pengelola wisata dan wisatawan di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah pesisir NTB. Peningkatan fasilitas keselamatan, seperti papan peringatan yang lebih jelas, keberadaan penjaga pantai (lifeguard) yang bersertifikat, hingga edukasi mengenai karakteristik ombak, menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi.
Masyarakat juga dihimbau untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca dan kondisi laut secara tiba-tiba. Liburan seharusnya menjadi momen untuk melepas penat, bukan untuk menguji nyawa di tengah ganasnya alam. Pihak otoritas setempat diharapkan dapat memperketat pengawasan di titik-titik rawan kecelakaan air, terutama pada hari libur besar nasional di mana lonjakan pengunjung sering terjadi.
Kini, doa dan harapan terus mengalir untuk keselamatan Rian. Tim SAR terus berpacu dengan waktu, berharap adanya keajaiban di tengah deburan ombak Lakey yang tak kunjung reda. SuaraInfo akan terus memantau perkembangan proses pencarian ini dan memberikan informasi terbaru kepada pembaca sekalian.