Waspada! SuaraInfo Mengungkap Daftar 22 Produk Herbal Ilegal Temuan BPOM yang Mengancam Fungsi Ginjal dan Picu Kanker

dr. Sarah Amelia | SuaraInfo
24 Mei 2026, 07:27 WIB
Waspada! SuaraInfo Mengungkap Daftar 22 Produk Herbal Ilegal Temuan BPOM yang Mengancam Fungsi Ginjal dan Picu Kanker

SuaraInfo — Di balik janji manis pengobatan instan yang diklaim sebagai bahan alami, tersimpan ancaman nyata yang bisa merenggut kesehatan dalam jangka panjang. Fenomena maraknya peredaran obat tradisional ilegal kembali menjadi sorotan tajam setelah otoritas pengawas menemukan puluhan merek yang beredar luas di tengah masyarakat tanpa izin resmi dan mengandung zat kimia berbahaya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI baru-baru ini merilis temuan mengejutkan terkait pengawasan intensif periode Maret 2026. Dalam operasi tersebut, sedikitnya 22 merek Obat Bahan Alam (OBA) dinyatakan ilegal karena mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) yang seharusnya tidak ada dalam komposisi herbal. Keberadaan zat kimia ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan bom waktu bagi organ vital seperti ginjal dan hati.

Dominasi Produk Stamina Pria dengan Kandungan Berbahaya

Dari total 22 produk yang diamankan, kategori yang paling mendominasi adalah produk peningkat stamina pria. Tercatat ada 13 merek yang diklaim sebagai ramuan herbal untuk keperkasaan, namun faktanya mengandung zat kimia keras seperti sildenafil, tadalafil, nortadalafil, parasetamol, hingga metil testosteron. Penggunaan zat-zat ini tanpa pengawasan medis profesional sangat berisiko memicu gangguan jantung hingga stroke mendadak.

Baca Juga Menguak Rahasia Jamu: Mengapa Tidak Semua Ramuan Herbal Bisa Menyandang Gelar Warisan Budaya?
Menguak Rahasia Jamu: Mengapa Tidak Semua Ramuan Herbal Bisa Menyandang Gelar Warisan Budaya?

Para produsen nakal sering kali mencampurkan sildenafil untuk memberikan efek instan. Padahal, bagi seseorang yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular, konsumsi produk semacam ini bisa berakibat fatal. Bahaya sildenafil yang tidak terukur dalam dosis herbal ilegal sering kali menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis atau sebaliknya, memicu kerja jantung yang terlalu berat.

Ancaman Tersembunyi dalam Obat Pegal Linu dan Nyeri Sendi

Selain produk stamina, BPOM juga menemukan 6 produk yang ditujukan untuk mengatasi pegal linu yang mengandung bahan obat tidak sesuai ketentuan. Masyarakat sering kali tertipu dengan kecepatan kesembuhan yang ditawarkan produk ini. Rasa nyeri yang hilang seketika biasanya bukan karena khasiat tanaman obat, melainkan reaksi dari bahan kimia obat seperti dekstametason atau fenilbutazon yang sering disisipkan secara sembunyi-sembunyi.

Penggunaan jangka panjang dari produk pegal linu ilegal ini dapat menyebabkan kerusakan mukosa lambung, pengeroposan tulang, hingga gangguan fungsi hormon. SuaraInfo mencatat bahwa banyak pasien gagal ginjal kronis memiliki riwayat mengonsumsi jamu ‘setan’ atau jamu racikan kimia ini dalam waktu yang lama tanpa menyadari kerusakan yang terjadi di dalam tubuh mereka.

Baca Juga BGN Tegaskan Balita di Cianjur Meninggal Bukan Karena Program Makan Bergizi Gratis: Inilah Fakta Sebenarnya
BGN Tegaskan Balita di Cianjur Meninggal Bukan Karena Program Makan Bergizi Gratis: Inilah Fakta Sebenarnya

Obat Penggemuk dan Pereda Gatal yang Merusak Metabolisme

Tidak berhenti di situ, pengawasan BPOM juga menjaring satu produk penggemuk badan yang secara ilegal mengandung siproheptadin. Zat ini sebenarnya adalah antihistamin yang memiliki efek samping meningkatkan nafsu makan, namun jika dikonsumsi sembarangan dapat mengganggu metabolisme dan menyebabkan kantuk berlebihan serta gangguan penglihatan.

Ditemukan pula dua produk pereda gatal yang mengandung kombinasi klorfeniramin maleat, kafein, parasetamol, hingga mikonazol. Mencampurkan bahan-bahan ini ke dalam sediaan herbal yang diminum adalah tindakan kriminal di bidang kesehatan. Kandungan kimia yang bertumpuk ini memaksa organ ginjal bekerja ekstra keras untuk menyaring racun, yang pada akhirnya memicu kerusakan ginjal permanen dan risiko kanker dalam jangka panjang akibat paparan zat kimia non-standar.

Mengapa Bahan Kimia Obat (BKO) Sangat Berbahaya?

Secara regulasi, obat bahan alam atau herbal dilarang keras mengandung bahan kimia sintetik. Hal ini dikarenakan interaksi antara senyawa alami dalam tanaman dengan zat kimia murni dapat menghasilkan toksisitas yang tidak terduga. Selain itu, dosis BKO dalam produk ilegal sering kali tidak konsisten. Dalam satu saset bisa jadi dosisnya sangat rendah, namun di saset lain dosisnya bisa melampaui batas aman manusia.

Baca Juga Waspada! Nyeri Saat Bercinta Bukan Sekadar Kelelahan, Kenali Perbedaan Sakit Biasa dengan Gejala Kanker Serviks
Waspada! Nyeri Saat Bercinta Bukan Sekadar Kelelahan, Kenali Perbedaan Sakit Biasa dengan Gejala Kanker Serviks

Inilah yang menyebabkan timbulnya berbagai komplikasi kesehatan. Gejala gagal ginjal akibat konsumsi obat ilegal sering kali tidak terlihat di awal, namun muncul secara masif ketika fungsi ginjal sudah di bawah 15 persen. Oleh karena itu, SuaraInfo mengimbau pembaca untuk tidak mudah tergiur dengan produk yang menjanjikan hasil ‘instan’ dan ‘cespleng’.

Daftar Risiko Kesehatan: Dari Stroke hingga Kanker

Paparan terus-menerus terhadap produk herbal ilegal ini bukan hanya merusak satu organ saja. Berikut adalah beberapa dampak kesehatan serius yang telah diidentifikasi oleh para ahli medis:

  • Kerusakan Ginjal: Penumpukan zat kimia yang harus disaring oleh ginjal menyebabkan peradangan dan kematian jaringan ginjal.
  • Kerusakan Hati (Hepatotoksik): Hati sebagai pusat detoksifikasi tubuh bisa mengalami sirosis akibat beban kimia yang terlalu berat.
  • Gangguan Jantung dan Stroke: Terutama disebabkan oleh BKO pada obat stamina yang memengaruhi aliran darah secara ekstrem.
  • Risiko Kanker: Beberapa bahan kimia yang digunakan secara tidak terkontrol bersifat karsinogenik atau memicu pertumbuhan sel kanker.
  • Ketergantungan: Pengguna sering kali merasa harus terus mengonsumsi produk tersebut karena efek ‘nyaman’ semu yang diberikan oleh bahan kimia obat.

Langkah Preventif: Menjadi Konsumen yang Cerdas

Menghadapi serbuan produk ilegal di pasar daring maupun toko jamu konvensional, masyarakat dituntut untuk lebih teliti. SuaraInfo menyarankan agar konsumen selalu menerapkan prinsip Cek KLIK sebelum membeli produk kesehatan apapun. Cek KLIK terdiri dari Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa.

Baca Juga Komedian Haji Bolot Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Serangan Jantung: Kenali Ciri dan Gejala yang Sering Terabaikan
Komedian Haji Bolot Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Serangan Jantung: Kenali Ciri dan Gejala yang Sering Terabaikan

Pastikan produk memiliki nomor registrasi dari BPOM yang dapat diverifikasi melalui aplikasi BPOM Mobile. Jika sebuah produk diklaim herbal namun memiliki reaksi yang sangat cepat seperti obat kimia, maka patut dicurigai adanya kandungan BKO. Tips memilih obat herbal yang aman adalah dengan memprioritaskan produk dari produsen yang sudah terpercaya dan memiliki reputasi baik di industri farmasi.

Kesimpulan

Penemuan 22 merek obat bahan alam ilegal oleh BPOM ini merupakan peringatan keras bagi kita semua. Kesehatan adalah aset yang paling berharga, dan mempertaruhkannya demi kepuasan sesaat atau efisiensi biaya pengobatan adalah langkah yang sangat berisiko. Mari lebih bijak dalam memilih apa yang kita konsumsi demi masa depan kesehatan yang lebih baik.

Tetap ikuti pembaruan informasi kesehatan hanya di SuaraInfo untuk mendapatkan berita mendalam dan terpercaya mengenai keamanan produk konsumsi di Indonesia. Jangan biarkan diri Anda dan keluarga menjadi korban dari praktik produsen obat ilegal yang tidak bertanggung jawab.

dr. Sarah Amelia

dr. Sarah Amelia

Praktisi kesehatan yang aktif mengedukasi gaya hidup sehat. Menyediakan informasi medis yang mudah dipahami dan akurat hanya di Suara Sehat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *