Maudy Koesnaedi Sambut Transformasi Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta: Lebih Dari Sekadar Estetika

Dimas Pratama | SuaraInfo
10 Mei 2026, 19:26 WIB
Maudy Koesnaedi Sambut Transformasi Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta: Lebih Dari Sekadar Estetika

SuaraInfo — Jakarta terus bersolek menuju statusnya sebagai kota global. Salah satu langkah strategis yang kini tengah menjadi sorotan adalah rencana Pemerintah Provinsi Jakarta untuk menyulap kawasan HR Rasuna Said, Kuningan, menjadi ikon baru yang tidak hanya menjadi pusat bisnis, tetapi juga ruang publik yang hidup. Rencana ambisius ini mendapat perhatian khusus dari aktris senior sekaligus tokoh budaya, Maudy Koesnaedi. Perempuan yang akrab dengan karakter Zaenab ini memberikan sudut pandang mendalam mengenai bagaimana sebuah kawasan perkotaan seharusnya bertransformasi tanpa melupakan hak-hak dasar warganya.

Visi Rasuna Said Sebagai Wajah Baru Jakarta

Langkah Gubernur Pramono Anung untuk menjadikan koridor HR Rasuna Said sebagai ikon baru Jakarta bukan tanpa alasan. Kawasan ini merupakan urat nadi ekonomi yang menghubungkan berbagai titik strategis di ibu kota. Dengan rencana dibukanya titik Car Free Day (CFD) baru di sepanjang jalan tersebut, pemerintah ingin memberikan alternatif ruang terbuka bagi masyarakat di tengah kepungan gedung pencakar langit. Namun, Maudy Koesnaedi mengingatkan bahwa estetika sebuah ikon kota harus berjalan selaras dengan fungsionalitas dan keamanan.

Baca Juga Misi Penyelamatan Tuntong Laut: Menjaga Sang Penjaga Pesisir yang Nyaris Punah dari Tanah Sumatra
Misi Penyelamatan Tuntong Laut: Menjaga Sang Penjaga Pesisir yang Nyaris Punah dari Tanah Sumatra

Menurut Maudy, inisiatif ini merupakan langkah progresif untuk memperluas titik keramaian di Jakarta agar tidak hanya terpusat di kawasan Sudirman-Thamrin atau Monas. Dengan menjadikan Rasuna Said sebagai destinasi baru, beban keramaian di pusat kota dapat terdistribusi dengan lebih merata. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan transformasi ini akan sangat bergantung pada bagaimana pemerintah mengelola detail-detail kecil yang seringkali terabaikan dalam pembangunan fisik berskala besar.

Penghormatan Terhadap Sejarah dan Tokoh Bangsa

Salah satu poin yang sangat diapresiasi oleh Maudy adalah aspek edukasi sejarah di balik penataan kawasan ini. HR Rasuna Said bukan sekadar nama jalan, melainkan nama seorang pahlawan nasional perempuan yang gigih memperjuangkan hak-hak pendidikan dan politik. Maudy menilai, dengan menjadikan kawasan ini sebagai ikon, masyarakat—terutama generasi muda—akan lebih terdorong untuk mengenal siapa sebenarnya sosok di balik nama besar tersebut.

“Pertama pastinya senang ya, karena ini langkah untuk mengangkat kembali nama tokoh sejarah. Dengan penataan yang lebih ikonik, orang-orang akan semakin tahu dan menghargai sosok Rasuna Said. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal identitas bangsa yang kita tampilkan di ruang publik,” ungkap Maudy dalam sebuah kesempatan diskusi mengenai tata kota Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca Juga Subak Bali di Persimpangan Jalan: Menilik Nasib Warisan Budaya yang Terkepung Hutan Beton
Subak Bali di Persimpangan Jalan: Menilik Nasib Warisan Budaya yang Terkepung Hutan Beton

Prioritas Keselamatan: Suara dari Perspektif Ibu dan Pejalan Kaki

Sebagai seorang ibu yang kerap beraktivitas di ruang terbuka bersama keluarga, Maudy Koesnaedi memberikan catatan kritis terkait faktor keamanan dan kenyamanan. Baginya, sebuah kota yang disebut sukses adalah kota yang ramah terhadap kelompok rentan, termasuk anak-anak dan perempuan. Penataan trotoar yang rapi, penerangan jalan yang memadai, serta sistem keamanan yang terpadu harus menjadi prioritas utama sebelum kawasan tersebut dipromosikan secara luas.

Maudy menyoroti kondisi pedestrian di Jakarta yang terkadang masih tidak konsisten. Ia berharap di kawasan ikonik Rasuna Said nantinya, pejalan kaki tidak perlu merasa was-was saat melintas. “Sebagai ibu yang sering membawa anak, saya sangat mendambakan aspek keselamatan, kenyamanan, dan keamanan diperhatikan dari hal-hal yang paling mendasar. Misalnya saja, trotoarnya harus benar-benar rata, rapi, dan tidak ada hambatan yang membahayakan. Hak pejalan kaki harus diutamakan di atas segalanya,” tegasnya.

Strategi Menarik Massa: Bagaimana Menghidupkan Kawasan Baru?

Tantangan terbesar dari menciptakan ikon baru adalah bagaimana menjaga keberlangsungannya agar tidak hanya menjadi ‘proyek musiman’. Maudy memberikan masukan agar Pemprov Jakarta memiliki strategi kreatif untuk menarik minat warga datang ke Kuningan. Mengingat karakter kawasan Rasuna Said yang didominasi perkantoran, perlu ada sentuhan khusus agar suasana kaku tersebut bisa mencair menjadi ruang yang hangat bagi komunitas.

Baca Juga Jejak Sang Penguasa Hutan Jawa yang Kian Memudar: Antara Eksistensi Macan Tutul dan Misteri Harimau Jawa
Jejak Sang Penguasa Hutan Jawa yang Kian Memudar: Antara Eksistensi Macan Tutul dan Misteri Harimau Jawa

“Jakarta itu luas, dan menurut aku destinasinya perlu di-spread atau disebar di banyak titik. Tidak boleh hanya terpusat di satu tempat saja. Nah, tantangannya adalah bagaimana caranya agar orang-orang merasa tertarik untuk berkumpul di sini? Perlu ada kegiatan-kegiatan komunitas, festival budaya, atau ruang kreativitas yang membuat warga merasa memiliki kawasan ini,” lanjutnya dengan antusias. Maudy membayangkan Rasuna Said bisa menjadi wadah bagi para seniman dan pegiat budaya untuk mengekspresikan karyanya di ruang terbuka.

Komitmen Lingkungan dan Budaya Pilah Sampah

Selain infrastruktur dan keamanan, isu lingkungan juga menjadi poin krusial dalam diskusi mengenai tata kota Jakarta yang modern. Maudy Koesnaedi secara khusus menyoroti pentingnya integrasi program kebersihan dengan gaya hidup masyarakat di kawasan ikonik tersebut. Sejalan dengan program pemerintah mengenai manajemen limbah, Maudy berharap kawasan Rasuna Said bisa menjadi pionir dalam penerapan ‘pilah sampah’ secara masif.

Ia menegaskan bahwa kebersihan bukan hanya tugas petugas oranye, melainkan tanggung jawab setiap individu yang menikmati fasilitas kota. Namun, pemerintah juga harus menyediakan fasilitas yang memadai dan berkelanjutan. “Perlu ada ide-ide segar dan berkelanjutan untuk menghidupkan kampanye pilah sampah ini. Jangan sampai ini hanya jadi momentum sesaat saat pencanangan saja. Edukasi harus terus berjalan agar turis maupun warga lokal terbiasa menjaga kebersihan di area ikon baru ini,” tutup sosok yang tetap awet muda ini.

Baca Juga Kado Istimewa HUT Jakarta ke-499: Dari Akses Wisata Gratis hingga Gebrakan Infrastruktur Baru
Kado Istimewa HUT Jakarta ke-499: Dari Akses Wisata Gratis hingga Gebrakan Infrastruktur Baru

Menuju Jakarta Sebagai Kota Global yang Manusiawi

Transformasi kawasan HR Rasuna Said ini merupakan bagian dari visi besar untuk membawa Jakarta masuk ke dalam jajaran 50 Kota Global Dunia. Di usia Jakarta yang akan menginjak angka 499 tahun, target tersebut menjadi sangat relevan. Kota global tidak hanya diukur dari jumlah gedung tinggi atau sistem transportasi modern seperti LRT yang kini melintasi Kuningan, tetapi juga dari indeks kebahagiaan warganya saat berinteraksi di ruang publik.

Harapan yang disampaikan oleh Maudy Koesnaedi mencerminkan keinginan kolektif warga Jakarta akan sebuah kota yang modern namun tetap memiliki hati. Sebuah kota yang menghargai sejarahnya melalui nama-nama jalannya, melindungi warganya melalui infrastruktur yang aman, dan menjaga buminya melalui kesadaran lingkungan. Jika rencana ini terealisasi dengan baik, bukan tidak mungkin Rasuna Said akan menjadi standar baru bagi pengembangan kawasan perkotaan di daerah lain di Indonesia.

Dengan dukungan dari berbagai elemen, termasuk figur publik seperti Maudy, diharapkan pembangunan Jakarta tidak hanya mengejar aspek visual. Sinergi antara pemerintah yang memiliki visi besar dan warga yang kritis serta peduli akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan Jakarta yang lebih baik, lebih aman, dan benar-benar ikonik di mata dunia.

Baca Juga AIPVC 2026: Panggung Megah Fotografi Satwa Liar Indonesia Menuju Warisan Dunia
AIPVC 2026: Panggung Megah Fotografi Satwa Liar Indonesia Menuju Warisan Dunia
Dimas Pratama

Dimas Pratama

Penjelajah dunia yang gemar membagikan cerita perjalanan unik dan panduan budget travel. Menginspirasi petualangan Anda melalui Info Travel.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *