Waspada! BPOM Bongkar Peredaran Obat Batuk Palsu dan Cairan Sedatif Berbahaya yang Mengancam Nyawa

dr. Sarah Amelia | SuaraInfo
01 Jul 2026, 19:27 WIB
Waspada! BPOM Bongkar Peredaran Obat Batuk Palsu dan Cairan Sedatif Berbahaya yang Mengancam Nyawa

SuaraInfo — Kesehatan adalah aset paling berharga bagi setiap manusia, namun sayangnya, di balik kebutuhan masyarakat akan kesembuhan, terdapat oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang tega mengedarkan racun berkedok obat. Baru-baru ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia merilis temuan mengejutkan terkait peredaran obat palsu yang sangat berbahaya bagi kesehatan publik. Dua merek yang menjadi sorotan utama dalam investigasi ini adalah Codrela dan Trivamm Fliege.

Kasus ini bukan sekadar pelanggaran administrasi biasa, melainkan ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa. Berdasarkan penelusuran mendalam yang dilakukan oleh tim pengawas, kedua produk tersebut tidak memiliki nomor izin edar resmi dan sama sekali tidak terdaftar dalam database keamanan BPOM. Peredaran produk ilegal ini ditemukan melalui pengawasan intensif yang mencakup jalur distribusi konvensional (luring) hingga ke celah-celah gelap platform belanja daring (e-commerce).

Codrela: Manipulasi Kandungan di Balik Kemasan

Salah satu temuan yang paling meresahkan adalah munculnya merek Codrela di wilayah Jawa Timur. Hasil investigasi lapangan menunjukkan bahwa produk ini diduga kuat merupakan hasil pengemasan ulang (repackaging) dari produk lain yang sudah ada, yakni Codela Tablet. Para pelaku kejahatan ini memodifikasi fisik tablet sedemikian rupa agar terlihat seperti produk baru dengan khasiat yang lebih kuat.

Baca Juga Waspada Jamu Oplosan! Panduan Lengkap Membedakan Produk Herbal Asli dan Ilegal demi Kesehatan Anda
Waspada Jamu Oplosan! Panduan Lengkap Membedakan Produk Herbal Asli dan Ilegal demi Kesehatan Anda

Dalam narasi pemasarannya, Codrela diklaim mengandung zat aktif berupa kodein. Bagi dunia medis, kodein adalah senyawa golongan obat keras yang penggunaannya harus diawasi secara ketat karena memiliki efek ketergantungan. Namun, setelah dilakukan uji laboratorium oleh ahli dari BPOM, fakta pahit terungkap. Produk tersebut sama sekali tidak mengandung kodein alias negatif. Sebaliknya, obat palsu ini justru berisi campuran Dextromethorphan dan Chlorphenamine Maleate (CTM).

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dalam keterangan resminya menegaskan bahwa ketidaksesuaian antara label dan isi ini adalah bentuk penipuan yang fatal. “Hasil pengujian laboratorium mengonfirmasi bahwa Codrela tidak mengandung bahan aktif kodein sebagaimana tercantum pada kemasan. Ini adalah produk palsu yang sangat berisiko karena konsumen tidak mendapatkan pengobatan yang seharusnya, malah terpapar zat yang dosisnya tidak terukur,” jelasnya pada Senin (4/5/2026).

Trivam Fliege dan Risiko Penyalahgunaan untuk Kriminalitas

Selain Codrela, perhatian BPOM juga tertuju pada produk bernama Trivam Fliege yang banyak beredar di berbagai marketplace. Produk ini diklaim mengandung Propofol sebanyak 20 mg. Penemuan ini memicu alarm bahaya karena Propofol bukanlah zat sembarangan. Dalam dunia medis profesional, Propofol adalah obat anestetik intravena yang digunakan khusus untuk prosedur induksi pembiusan atau sedasi pasien di ruang perawatan intensif.

Baca Juga Viral Perut Buncit Dikira Lemak, Ternyata Kista Ovarium 29 Cm: Kisah Siti Zahro dari Bekasi
Viral Perut Buncit Dikira Lemak, Ternyata Kista Ovarium 29 Cm: Kisah Siti Zahro dari Bekasi

Penggunaan Propofol secara sembarangan di luar fasilitas kesehatan resmi sangatlah mematikan. Zat ini bekerja dengan cara memperlambat aktivitas otak dan sistem saraf pusat secara drastis untuk membuat seseorang tertidur dalam waktu singkat. Karena efeknya yang mampu menurunkan kesadaran secara total, Trivam Fliege sering kali disalahgunakan oleh pelaku kejahatan untuk melumpuhkan korban mereka.

“Propofol adalah obat keras yang penggunaannya wajib berdasarkan resep dokter dan harus diberikan oleh tenaga medis ahli di lingkungan rumah sakit. Peredaran bebas produk seperti Trivam Fliege secara daring adalah ancaman serius terhadap keamanan masyarakat,” tegas Taruna Ikrar dengan nada peringatan yang kuat.

Mengapa Obat Palsu Begitu Berbahaya?

Peredaran obat palsu seperti Codrela dan Trivam Fliege ibarat fenomena gunung es yang menyembunyikan bahaya sistemik. Ada beberapa alasan mengapa masyarakat harus ekstra waspada terhadap produk kesehatan yang tidak memiliki izin edar resmi:

  • Dosis yang Tidak Akurat: Obat palsu sering kali mengandung zat aktif yang terlalu sedikit sehingga penyakit tidak kunjung sembuh, atau justru terlalu banyak yang dapat menyebabkan overdosis dan kerusakan organ.
  • Zat Tambahan Berbahaya: Dalam banyak kasus, untuk menekan biaya produksi, produsen ilegal mencampurkan bahan kimia industri, pewarna tekstil, atau zat pengisi yang terkontaminasi bakteri.
  • Ketiadaan Jaminan Mutu: Tanpa pengawasan BPOM, standar kebersihan selama proses produksi tidak bisa dipertanggungjawabkan, sehingga risiko keracunan sangat tinggi.
  • Kegagalan Pengobatan: Pasien yang mengandalkan obat palsu kehilangan waktu berharga untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat, yang pada akhirnya bisa berujung pada kematian.

Modus Operandi Peredaran Obat Ilegal di Era Digital

Kemajuan teknologi informasi ternyata dimanfaatkan oleh mafia obat untuk memperluas jangkauan mereka. Melalui platform penjualan online, mereka dapat menyamarkan identitas dan menjual produk berbahaya ke seluruh pelosok negeri. Mereka seringkali menggunakan testimoni palsu dan harga yang jauh lebih murah untuk memancing minat konsumen yang sedang mencari alternatif pengobatan.

Baca Juga Waspada! SuaraInfo Mengungkap Daftar 22 Produk Herbal Ilegal Temuan BPOM yang Mengancam Fungsi Ginjal dan Picu Kanker
Waspada! SuaraInfo Mengungkap Daftar 22 Produk Herbal Ilegal Temuan BPOM yang Mengancam Fungsi Ginjal dan Picu Kanker

BPOM telah melakukan koordinasi dengan berbagai penyedia jasa marketplace untuk segera melakukan take-down atau penurunan produk pada tautan yang teridentifikasi menjual Codrela dan Trivam Fliege. Namun, tantangan tetap ada karena para penjual ini seringkali muncul kembali dengan nama toko atau akun yang berbeda.

Langkah Nyata Melindungi Diri: Cek KLIK

Menghadapi ancaman ini, SuaraInfo mengajak seluruh pembaca untuk menjadi konsumen yang cerdas dan kritis. BPOM senantiasa mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan langkah sederhana yang disebut “Cek KLIK” sebelum membeli atau mengonsumsi produk apa pun:

  1. Cek Kemasan: Pastikan kemasan obat dalam kondisi baik, tidak rusak, tidak pudar, dan segelnya masih utuh.
  2. Cek Label: Baca informasi yang tertera pada label dengan teliti, termasuk cara penggunaan dan indikasi.
  3. Cek Izin Edar: Pastikan produk memiliki nomor registrasi dari BPOM. Anda bisa memverifikasinya melalui aplikasi BPOM Mobile.
  4. Cek Kedaluwarsa: Jangan pernah mengonsumsi obat yang sudah melewati masa berlaku atau tanggal kedaluwarsa.

Komitmen BPOM dalam Memberantas Mafia Obat

Penemuan Codrela dan Trivam Fliege hanyalah sebagian kecil dari upaya berkelanjutan BPOM dalam membersihkan pasar dari produk ilegal. Lembaga ini terus memperkuat kolaborasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya untuk melakukan penindakan hukum terhadap produsen dan pengedar obat palsu.

Baca Juga Gen Z dalam Bayang-bayang ‘Silent Killer’: Membedah Lonjakan Hipertensi di Usia Muda
Gen Z dalam Bayang-bayang ‘Silent Killer’: Membedah Lonjakan Hipertensi di Usia Muda

Kepala BPOM juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan ini. “Kami sangat menghargai partisipasi publik. Jika Anda menemukan peredaran Codrela, Trivam Fliege, atau obat mencurigakan lainnya baik di toko fisik maupun di toko online, segera laporkan kepada BPOM melalui kanal pengaduan resmi,” tutupnya.

Mari kita jaga kesehatan keluarga kita dengan hanya membeli obat di sarana pelayanan kesehatan resmi seperti apotek, puskesmas, atau rumah sakit. Ingatlah bahwa kesehatan tidak bisa dibeli dengan harga murah dari penjual yang tidak jelas identitasnya. Tetap waspada, tetap sehat bersama SuaraInfo.

dr. Sarah Amelia

dr. Sarah Amelia

Praktisi kesehatan yang aktif mengedukasi gaya hidup sehat. Menyediakan informasi medis yang mudah dipahami dan akurat hanya di Suara Sehat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *